Beranda

talk about social, politic, nature, and defense affairs

Mebidang: Rencana menuju Medan metropolitan


Penyematan gelar metropolitan bagi kota Medan sering diungkapkan sejumlah media, terutama yang berbasis lokal. Dalam penelusuran di mesin pencari daring, Google, julukan kota metropolitan bagi Medan, banyak terlontar. Salah satu yang menyita perhatian adalah artikel yang dipublikasi oleh laman Indo-tourism.com, menyebutkan bahwa kota Medan termasuk dalam daftar 10 kota metropolitan di Indonesia, bersanding bersama Pekanbaru, Banjarmasin, Palembang, Balikpapan, Semarang, Makassar, Bandung, Jakarta dan Surabaya.

Namun, laman tersebut tidak melengkapinya dengan kriteria yang berhasil digondol Medan sehingga layak disebut sebagai kota metropolitan. Tetapi hanya menyebutkan uraian mengenai sejarah ringkas kota Medan dalam bahasa Inggris.

Hasil penelusuran Google yang sangat menolong adalah informasi mengenai daftar kawasan metropolitan di Indonesia, yang dapat diunduh di laman penataanruang.net. Berkas dengan ekstensi pdf (portable document file) tersebut, cukup 'mengangkat alis mata' manakala kita baca.

Kawasan metropolitan di provinsi Sumatera Utara ternyata telah diwacanakan sejak tahun 1980-an. Rencana besar tersebut melibatkan wilayah kota Medan, kota Binjai, dan kabupaten Deli Serdang. Untuk memudahkan penyebutan, kawasan tersebut diberi nama Mebidang, yang merupakan peringkasan dari nama ketiga wilayah pemerintahan tersebut.

Upaya untuk mewujudkan kawasan Mebidang ini, hendak direalisasikan menyusul beberapa studi perkotaan Kota Medan yang telah melibatkan wilayah sekitarnya dalam studi tersebut. Beberapa studi yang memperkenalkan konsep Mebidang adalah MUDS (Medan Urban Development Study) pada 1980, MULMS (Medan Urban Land Management Study) 1986 dan penilaian ADB (Asian Development Bank) atas proyek MUDP II tahun 1987.

Beberapa kutipan dari berkas penataanruang.net tersebut bahkan dengan gamblang menuturkan proyek besar yang tidak hanya berkutat pada lingkup pendayagunaan potensi kawasan metropolitan ini di tingkat lokal, namun juga diperluas hingga tingkat Internasional, yakni sebagai berikut:

"Pada tahun yang sama, Ditjen Cipta Karya Departemen PU mempersiapkan Rencana Umum Kota Kawasan Medan Raya yang merupakan rencana pengembangan kawasan yang meliputi beberapa daerah regional. Pada saat itu pengembangan kawasan metropolitan Mebidang diarahkan untuk menjadi salah satu titik pertumbuhan segitiga pertumbuhan utara IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand – Growth Triangle) dalam rangka menyongsong AFTA 1992.

Metropolitan Mebidang merupakan salah satu dari 6 kawasan tertentu di Indonesia sebagai Pusat Kegiatan Nasional dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)."

Pemprov Sumut akhirnya mengeluarkan Rencana Umum Tata Ruang Perkotaan (RUTRP) kawasan Mebidang Metropolitan pada tahun 1996. Pengesahan RUTRP ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah penelitian mengenai kawasan Mebidang Metropolitan.

Lebih jauh, penataanruang.net menjelaskan terdapat 2 skenario dari perencanaan tata ruang tersebut. Perkembangan ekstensif dan perkembangan terbatas. Walau demikian, keduanya tetap memusatkan pada fungsi-fungsi utama masing kota, pusat bisnis dan keuangan di bekas lahan bandara Polonia, dan pelabuhan Belawan (untuk Medan), fungsi kota satelit di Sunggal Barat

hingga Binjai Kota (untuk Binjai). Terakhir, peran bandara di Kuala Namu akan menyatukan kota-kota di sebelah timur, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa dan Serdang (untuk Deli Serdang).

Kendala

Dua permasalahan utama yang dinilai menghambat mewujudkan kawasan Mebidang, pada dasarnya terbagi atas dua isu, yakni isu transportasi dan lingkungan. Isu transportasi masih berkutat pada persoalan kemacetan. Pembangunan jalan tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa) dan jalan layang, serta proyek bandara baru di Kuala Namu, diharapkan dapat mengatasi persoalan ini. Tetapi, masih belum menunjukkan hasil yang efektif.

Di sisi lingkungan, persoalan banjir diperkirakan semakin memburuk karena pembangunan pemukiman dan pertumbuhan penduduk di sepanjang bantaran sungai. Ditambah kebiasaan buruk warga dalam pembuangan sampah ke sungai.

Dari penuturan penataanruang.net tersebut, sejumlah tanya masih juga tersisa. Utamanya, mengenai perkembangan terakhir perencanaan RTURP Mebidang ini. Termasuk agenda cadangan pemerintah bila salah satu skenario tidak atau lamban terwujud, semisal mega proyek bandara di Kuala Namu. Wah, jalan terjal menuju kawasan metropolitan ternyata masih butuh waktu panjang.

Catatan:

======

Uniknya, kabupaten Tanah Karo juga disebut-sebut berpeluang masuk dalam kawasan metropolitan ini. Nama baru juga sudah dicadangkan. Mebidangro (kita tentu sudah tahu apa arti dari kata 'ro' tersebut). Alasannya, kabupaten yang terkenal hasil pertanian ini termasuk kawasan tangkapan hujan dan air yang sangat strategis untuk pembangunan wilayah Propinsi Sumatera Utara secara keseluruhan.

Rujukan:

1. Indo-tourism.com

2. Penataanruang.net

3. Google.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: